Tingkatkan Kemampuan Menulis Buku Aswaja PW Ma’arif NU DI Yogyakarta Karantina Penulis

Sleman, Maarifdiy.com–PW Ma’arif NU DI Yogyakarta mengarantina sejumlah kepala sekolah dan guru, Kamis-Sabtu (25-27 April 2018). Karantina ini dilakukan dalam upaya meningkatkan kemampuan kepala sekolah dan guru dalam menulis buku-buku aswaja untuk semua jenjang sekolah.

Dr. Tadkiroatun Musfiroh menyampaikan bahwa karantina tersebut merupakan kelanjutan dari pelatihan penulisan buku yang dilaksanakan secara bergilir tiap minggu selama dua bulan. Sekretaris PW Ma’arif NU DIY itu mengungkapkan, pelatihan bertujuan agar kepala sekolah dan guru memiliki karya dan mandiri di masa mendatang, bahkan bisa memperluas diri dengan imbas kolaboratif.

Selama karantina, para penulis dibimbing para kiai untuk meningkatkan pemahaman keaswajaan peserta. Selain dibimbing kiai, para guru juga dibimbing para dosen dari berbagai perguruan tinggi DIY untuk membantu para guru meningkatkan kemampuan dalam menulis.

Pada akhir kegiatan, peserta diminta mempresentasikan tulisan yang dihasilkan selama karantina. Presentasi dilakukan pada acara  penutupan yang dilangsungkan Jumat pukul 19.30-22.00 WIB.

Penutupan karantina langsung dilakukan oleh Ketua PW Ma’arif DIY, Prof. Dr. Sugiyono. Hadir pula pada kesempatan itu K.H. Syakir Ali, M.Si,. K.H. Masharun Ghozalie, M.M., Dr. Arif Rohman, Wakil Ketua III (Taufik A. Saleh, M.A.), Sekretaris PW Ma’arif DIY, serta sesepuh dari Kulon Progo (K.H. Ahmad Daenuri) dan Sleman (K.H. Ponijo).

Karantina itu disambut positif oleh para peserta. Salah seorang peserta, Fauzan, M.Ag., menyampaikan bahwa kegiatan itu merupakan workshop terbaik yang pernah diikutinya. Kepala SDNU itu juga terkesan dengan fasilitas yang disediakan PW Ma’arif NU DI Yogyakarta.

“Inilah workshop terbaik yang pernah saya ikuti. Di sini kami bukan hanya diajari, tapi juga didampingi, dibimbing, dievaluasi oleh para dosen dan kiai. Bukan hanya itu, kami juga diberi fasilitas kamar, makan, tempat, dan lainnya dengan sangat memadai. Dari mana LP Maarif NU DIY punya uang, ya?” ungkap Fauzan disambut oleh tawa peserta dan mu’tasyar. (*)