Ketua MKKS/M Ma’arif DIY Slamet Subagya Targetkan Sekolah Maarif Menjadi Tujuan Utama Siswa Baru

Yogyakarta, Maarifdiy.com–Sekolah dan madrasah di lingkungan LP Ma’arif DI Yogyakarta harus semakin berprestasi, dikenal publik, serta menjadi tujuan utama orang tua menyekolahkan anaknya.

Hal tersebut disampaikan Slamet Subagya, S.Pd., M.Pd. setelah terpilih sebagai ketua Musyawarah Kerja Kepala Sekolah/Madrasah (MKKS/M) LP Ma’arif DIY tingkat SD/MI. Pada pemilihan yang berlangsung di Ruang Arafah Kompleks Asrama Haji (15/1) tersebut, Slamet Subagya terpilih bersama wakilnya Muhamamd Subhan, M.Pd.I.

Untuk mencapai harapannya, dia bersama MKKS/M yang dipimpinnya akan berusaha meningkatkan kompetensi guru dan siswa melalui berbagai kegiatan.

“Melalui MKKS/M ini kita akan berusaha meningkatkan kompetensi guru dan siswa melalui berbagai kegiatan guru dan siswa sehingga diharapkan sekolah/madrasah Ma’arif di DIY makin berprestasi dan dikenal publik serta menjadi tujuan utama orang tua menyekolahkan anaknya,” papar Slamet ketika dihubungi Maarifdiy.com melalui pesan WhatsApp.

Selain Slamet, terpilih pula Drs. Gandung Eka Purwanta sebagai Ketua MKKS/M tingkat SMP sederajat. Pemilihan ketua MKKS dilakukan pada hari yang sama di Ruang Madinah Kompleks Asrama Haji Yogyakarta.

Hadir pada pemilihan itu Pengurus PWNU DIY, Dr. Arif Rohman, Ketua LP Ma’arif DIY, Prof. Dr. Sugiyono, sekretaris LP Ma’arif DIY, Dr. Tadkiroatun Musfiroh, serta beberapa pengurus lain dari LP Ma’arif DIY.

Pada kesempatan tersebut, Arif Rohman berpesan agar para pengurus yang terbentuk untuk menengok kembali lima sasaran pengembangan pendidikan di Ma’arif. Kelima sasaran itu menurut Arif, yaitu penguatan kelembagaan, penguatan kurikulum, penguatan peserta didik, penguatan sarana dan parasarana, dan terakhir penguatan kepala sekolah.

Pembentukan pengurus MKKS/M ini dalam rangka penguatan kepala sekolah. Mengikat para kepala sekolah dalam satu organisasi itu penting menurut Arif. Namun, Arif mengingkatkan bahwa pembentukan organisasi kepala sekolah ini harus dikuatkan dalam tiga hal yaitu, institusionalisasi, fungsionalisasi, serta kulturisasi.

Institusionalisasi dimaksudkan, MKKS harus kokoh, jangan menjadi lembaga formalitas. Fungsionalisasi, maksudnya harus ada target-target yang dibangun, apa yang harus dilakukan pada tahun pertama, tahun kedua, dan seterusnya. Sementara itu, kulturisasi dimaksudkan bahwa kepala sekolah harus mengembangkan budaya, mengembangkan karakter di Ma’arif.

Untuk mencapai hal tersebut, setelah terbentuk, MKKS harus melakukan pertemuan rutin. Perlu dijadwalkan kapan dan di mana pertemuan dilakukan. Selanjutnya, harus ada program yang dirumuskan, baik program utama maupun program sampingan, baik program jangka pendek maupun program jangka panjang. Terkahir, di organisasi ini harus tercipta iklim saling tukar informasi, saling berbagai, saling menguatkan sehingga bisa maju bersama.

Jika MKKS ini dekelola dengan baik, Arif meyakini sekolah-sekolah Ma’arif akan bisa bersaing dengan sekolah-sekolah lain. Apalagi menurut Arif dari sisi pendidikan, SDM Ma’arif tidak ketinggalan, bahkan banyak di antaranya yang sudah S2. Keberadaan organisasi juga dipandang dapat mempermudah sekolah-sekolah menjalin kerja sama dengan berbagai institusi, baik di lingkungan Nahdlatul Ulama maupun kerja sama dengan i nstitusi eksternal seperti universitas-universitas. (sab)