Maarif DIY Revitalisasi MGMP Aswaja

Yogyakarta, Maarifdiy.com–Aswaja dalam pendidikan Ma’arif menduduki peran strategis. Aswaja merupakan dasar karakter, panduan beribadah, sekaligus pembentuk komunitas Islami di lingkungan lembaga pendidikan Ma’arif.

Hal tersebut disampaikan Sekretaris LP Ma’arif DIY, Dr. Tadkiroatun Musfiroh, pada kegiatan Revitalisasi MGMP Aswaja di DI Yogyakarta, Sabtu (15/7). Acara yang dikemas bersamaan dengan halal bi halal itu berlangsung di Asrama Haji Yogyakarta.

Kendati perannya sangat strategis, Tadkiroatun mengungkapkan, fenomena yang terjadi saat ini justru mata pelajaran Aswaja hanya diselenggarakan 1-2 jam pelajaran, disparitas kompetensi guru Aswaja sangat tinggi, karakter siswa negatif, serta Aswaja ditinggalkan komunitas.

Untuk mengatasi permasalahan karakter, Tadkiroatun mengemukakan, perlu adanya teladan dari orang tua-guru-sebaya, penambahan jumlah jam menjadi 4 jam pelajaran, serta adanya program hafalan Al-Qur’an. Terkait permasalahan disparitas guru Aswaja, perlu dilakukan pemetaan kapasitas keilmuan guru serta melaksanakan ToT. Tentang komunitas Tadkiroatun menawarkan melakukan internalisasi multimetode, modernisasi Aswaja, serta ekspansi fungsi Aswaja.

Pusat solusi tersebut, menurut dosen Universitas Negeri Yogyakarta ini, adalah guru Aswaja. Oleh karena itu, perlu segera dibentuk organisasi guru Aswaja. Bentuk organisasi yang ditawarkan adalah Musyawarah Guru Mata Pelajaran atau MGMP.

Pada kesempatan itu, langsung dibentuk Pengurus Wilayah MGMP Aswaja dengan Ketua Umum Saefullah dari MTs Ma’arif Jangkaran Kulonprogo dan Sekretaris Jenderal Heni Tristianti dari MI YAPPI Nglebeng Gunungkidul.

Tim ini, dengan pembinaan dari LP Ma’arif DIY, bertugas melakukan fungsi revitalitasi Aswaja di DI Yogyakarta. (sab)