Lantik Pengurus Ma’arif DIY, Prof. Nizar: Buat Program yang Produktif dan Implementatif

“Yogyakarta, Maarifdiy.com–Jika diberdayakan, PWNU akan kuat dan luar biasa.” Hal tersebut disampaikan Prof. Nizar Ali pada pelantikan lembaga Pengurus PW Ma’arif DIY masa bakti 2017-2022.

Pada kesempatan itu, Ketua Tanfidziyah PWNU DIY periode 2016 – 2021 ini mengharapkan, para pengurus yang dilantik dapat menyumbangkan ide-ide kreatifnya dalam bentuk rumusan produktif. Terkait hal ini, Prof. Nizar juga mengingatkan agar program yang dirancang bersifat implementatif alias dapat diterapkan dengan baik.

“Kami berharap, lembaga dan komisi PWNU DIY mampu menghasilkan rumusan produktif dan implementatif serta aktif menjaring ide kreatif serta inovatif. Selain itu mampu memetakan program kerja yang efektif sebagai modal memberdayakan masyarakat dan jam’iyah warga nahdliyin berbasis ahlussunah wal jamaah,” ucap Direktur Diktis Kemenag RI ini.

Pengurus yang dilantik pada kesempatan tersebut terdiri atas 31 orang dengan ketua Prof. Dr. H. Sugiyono, sekretaris Dr. Tadkiroatun Musfiroh, dan bendahara Dra. Atik Sunaryati. Duduk sebagai wakil ketua Rahmat Raharja, M.Pd.I., Achmad Fauzi, M.S.I., Drs. Suharto, dan Dr. Margana. Sementara wakil sekretaris dipercayakan kepada Drs. Bambang Susilo dan Nurliadin, M.Pd. Untuk posisi bendahara, Atik Sunaryati didampingi Nanik Suhartati, S.Pd. dan Siti Ainun Jariyah, M.Pd.

Dalam stuktur kepengurusan periode 2017-2022 ini, LP Ma’arif DIY membentuk enam bidang. Pertama, bidang Pendidikan Dasar dengan koordinator Dr. Imam Machali dan anggota Sukirno S.H., Tri Wahyuni, S.Pd., dan Taufik Ahmad Soleh, M.A. Kedua, bidang Pendikan Menengah dengan ketua Sukardjo Salam, M.Pd. dan anggota Aminuddin Nadjib, M.Pd., Jauhari Iswayudi, M.Pd., dan Suerman, M.Pd. Kedua bidang ini membawahkan langsung sekolah-sekolah di bawah LP Ma’arif DIY.

Untuk meningkatkan kualitas LP Ma’aif DIY dan lembaga-lembaga di bawahnya, juga dibentuk bidang Pendidikan, Pelatihan, dan Penelitian yang diketuai oleh Apri Nuryanto, M.T. dengan anggota Wagiran M.Si. dan Dr. Lantip Diat Prasojo. Selain itu, juga ada bidang Penjaminan Mutu yang diketuai oleh Dr. Ali Mustadi dengan anggota Jarwo Puspito, M.P. dan Dr. Masruki.

Pada periode ini ada pula bidang Bursa Kerja yang dipimpin Sankin, M.Pd. dengan anggota Drs. Suharyanto dan Wardoyo, M.Pd. Terkait pengelolaan informasi dan promosi di lingkungan LP Ma’arif DI Yogyakarta, Ketua PWNU DIY melantik ketua Dr. Sigit Purnama serta anggota Zubaidah M.Pd. dan Sabjan Badio untuk mengelola bidang Humas dan Promosi.

Selain pengurus LP Ma’arif tersebut, Prof. Nizar juga melantik pengurus-pengurus lain yang duduk di lembaga-lembaga di lingkungan PWNU DI Yogyakarta. Berdasarkan data panitia, total pengurus yang di lantik pada acara yang berlangsung di gedung UNU Yogyakarta itu sebanyak 443 orang.

Acara yang dilangsungkan Sabtu, (8/4) itu juga dihadiri para pengurus dan pembina PWNU DIY, seperti KH. Mas’ud Masduki, KH. Asyari Abta, Prof. Dr. Rohmad Wahab, Dr. Arif Rohman, dan lain-lain.

Ketika memberikan sambutannya, KH. Mas’ud Masduki menyampaikan beberapa pesan kepada para pengurus yang baru dilantik. Rais Syuriah PWNU DIY itu mengharapkan kinerja pengurus sesuai dengan semangat rapat kerja yang digelar hari itu. Para pengurus diharapkan mengedepankan musyawarah dalam bekerja. Kyai Mas’ud Masduki mengingatkan, jangan sampai para pengurus dalam bekerja tidak mau bermusyawarah. Jangan sampai pula ada pengurus yang bisanya hanya bermusyawah, tidak menerapkan hasil musyawarah alias tidak bekerja. Hal paling parah, menurut Kyai Mas’ud Masduki, kalau terjadi pengurus yang tidak bisa bermusyarah dan tidak bisa bekerja.

Lebih lanjut, Pengasuh Pondok Pesantren Ar-Rabithah itu mengutarakan, logo NU yang bulat melambangkan kebulatan dan tekad dalam memperjuangkan Islam sesuai dengan ajaran Ahlussunnah wal Jamaah. “Termasuk pada tingkat NKRI, warga NU jangan sampai sekadar menjadi penjagawa gawang, tetapi perlu berperan aktif,” ungkapnya. (sab)