KH. Dr. Arifin Junaidi: Harus Bangga Memiliki dan Sekolah di Ma’arif

SLEMAN ~ Secara kuantitas, sekolah Maarif tidak kalah dengan sekolah-sekolah di bawah organisasi lain. Selain tidak kalah secara kuantitas, kualitas lembaga pendidikan Ma’arif pun mampu bersaing.

Hal tersebut disampaikan oleh KH. Dr. Arifin Junaidi pada pembukaan Raker LP Ma’arif DI Yogyakarta di SMK Ma’arif 2 Sleman, Sabtu (7/11). Arifn Junaidi mencontohkan, di Semarang siswa Ma’arif mampu memenangkan OSN tingkat Kabupaten Semarang. Di Kebumen, sekolah Ma’arif ditetapkan sebagai sekolah RSBI sebelum program tersebut dibubarkan.

Oleh karena itu, Ketua Umum Pengurus Besar LP Ma’arif itu meminta warga Ma’arif khususnya dan warga NU secara umum, untuk bangga memiliki dan bersekolah di lingkungan Ma’arif. Selama ini ada persepsi bahwa sekolah Ma’arif kurang maju, padahal tidak demikian. “Warga Ma’arif hendaknya memiliki rasa percaya diri,” imbau Arifin Juanidi.

Senada dengan Airifn Junaidi, Drs. Masharun Ghazalie, M.M. menegaskan bahwa lembaga pendidikan di lingkungan Ma’arif sesungguhnya memiliki keunggulan dalam bidang pendidikan karakter. “Program pendidikan karakter ini telah menjadi program PBNU, LP Ma’arif, dan lembaga-lembaga yang ada di bawahnya. Hal ini juga sejalan dengan semangat Kurikulum 2013 yang tahun 2016 akan diterapkan secara nasional oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia,” papar Masharun.

Untuk itu, Masharun Ghazalie meminta lembaga-lembaga pendidikan di bawah LP Ma’arif DI Yogyakarta bangkit. Selama ini beberapa sekolah telah menunjukkan prestasi dan keunggulannya. Ke depannya, Masharun berharap semua sekolah di lingkungan Ma’arif mampu meningkatkan kualitas diri dan bersaing bahkan unggul dari lembaga-lembaga lain.

Berkenaan keunggulan ini, Ketua PW Ma’arif DI Yogyakarta itu menyatakan terdapat tujuh indikator untuk menjadi sekolah unggul. Ketujuh indikator yang dimaksud meliputi (1) berakreditasi A, (2) bersertifikat ISO, (3) memiliki sertifikat sekolah adiwiyata, (4) mengimplementasikan kurikulum terbaru, berkrakter dan budaya pancasila, menjalankan ajaran agama yang dianutnya, (5) berprestasi setiap hari, (6) mampu mengantarkan siswanya ke jenjang pendidikan lebih tinggi, (7) dan mendapat kepercayaan dari masyarakat yang ditandai oleh tingginya animo masyarakat untuk menyekolahkan anak-anaknya.

Dihubungi secara khusus, sekretaris LP Ma’arif NU DI Yogyakarta, Drs. Bambang Susilo, mengungkapkan bahwa LP Ma’arif NU Daerah Istimewa Yogyakarta telah memiliki 168 satuan pendidikan yang terdiri atas MI (96), MTs (17), MA (4), SD (3), SMP (15), SMA (8), SMK (23), dan SLB (2). Hingga saat ini, siswa yang tercatat bersekolah di lembaga-lembaga tersebut sejumlah 18.000 siswa.

Tepat pukul 10.00 raker dibuka oleh KH. Dr. Arifin Junaidi. Selanjutnya, peserta yang terdiri atas kepala sekolah (168), pengurus cabang (20), dan pengurus wilayah (15) tersebut akan akan dibagi menjadi dua kelompok, yaitu Komisi A (organisasi) dan Komisi B (program kerja). [sb]