Donat Bonggol Pisang Jadi Kreasi Siswa SMK Ma’arif 2 Sleman

SLEMAN (KRjogja.com) – Di masa penjajahan Jepang, banyak rakyat Indonesia yang terpaksa makan bonggol pohon pisang. Di masa kemerdekaan, perekonomian sudah membaik, bonggol hanya untuk makanan ternak, dianggap limbah. Tetapi, di tangan tim SMK Ma’arif Loro Studi Club (Skamaro SC), bonggol pohon pisang bisa menjadi makanan lezat.

“Bonggolnya menjadi tepung bahan baku donat dan brownis, airnya menjadi es krim, sedang ampasnya menjadi abon,” kata Kepala SMK Ma’arif 2 Sleman Dra Atik Sunaryati saat wisuda purnasiswa sekolah tersebut, Sabtu (30/5/2015).

Hasil olahan Skamaro SC sempat menjadi Juara I Lomba Kreasi Limbah tingkat Kabupaten Sleman beberapa waktu yang lalu. Bonggol pohon pisang yang biasanya hanya dibuang atau untuk makanan ternak diolah menjadi kue donat. Maka kemudian diberi nama D’Bosang (donat bonggol pisang).

Pada acara wisuda purnasiswa tersebut, D’Bosang ikut menjadi hidangan untuk para tamu. Meskipun namanya Donat Bonggol Pisang, namun hasil olahannya juga berupa brownis, es krim dan abon. Kesempatan wisuda, memberitahu tamu yang hadir, kalau sekolah siap menerima pasokan bonggol pohon pisang.

Pada wisuda purnasiswa hari itu, ada 135 siswa dari Program Keahlian Tata Boga dan Tata Busana. Lima diantaranya laki-laki dari Program Tata Boga. Ada satu lagi Progam Keahlian Otomotif, tetapi belum meluluskan. Meskipun jurusannya Otomotif, tetapi siswa yang ikut tergabung dalam Skamaro SC, ikut membidani lahirnya D’Bosang.

Menurut Atik Sunaryati, alumni SMK Ma’arif 2 Sleman dengan cepat terserap di dunia kerja. Mereka terserap di hotel, restoran dan rumah sakit untuk Tata Boga, sedang Tata Busana terserap di industri garment. (War)